Jumat, 28 November 2014

Yuk, Kenalkan Si Kecil pada MPASI !




Sudahkah Bunda memberikan ASI ekslusif pada si kecil ? ASI eksklusif adalah pemberian ASI ( Air Susu Ibu ) sedini mungkin setelah persalinan. Diberikan pada bayi tanpa jadwal dan tidak diberi makanan lain, walaupun hanya air putih sampai bayi berumur 6 bulan. Setelah bayi berumur 6 bulan, bayi mulai dikenalkan dengan makanan lain dan tetap diberikan ASI sampai bayi berumur dua tahun.  

Nah Bunda sesudah memberikan ASI eksklusif selama enam bulan, Bunda bisa mulai mengenalkan makanan pendamping ASI kepada si kecil. Tapi, bukan berarti Bunda bisa langsung menyuapinya dengan makanan padat tanpa diproses biar gampang dicerna si kecil. Pilih makanan yang juga tidak menimbulkan alergi. Seiring waktu berjalan, Bunda bisa terus mengenalkan variasi bahan makanan dan, saat sudah waktunya, si kecil bisa mulai dilatih memegang makanannya sendiri. Asalkan Bunda memiliki mesin cuci terbaik yang bisa menangani pakaian bayi, tumpahan makanan atau susu di baju si kecil mudah dibersihkan demi perkembangan si kecil.

Bayi biasanya mulai bisa merasakan makanan pada usia 6-9 bulan. Nah, ini waktunya Bunda pintar-pintar memadu-padankan rasa MPASI untuk si kecil. Coba bahan-bahan makanan berikut ini. Setiap bahan makanan perlu direbus dan dihaluskan biar si kecil tidak tersedak. Bunda juga perlu mencicipinya sebelum memberikannya kepada si kecil supaya tahu terlalu kasar kah atau terlalu panas kah.

Kita tahu sayuran hijau kaya nutrisi penting. Coba brokoli, kacang polong, bayam, dan jagung manis. Agar sedikit lebih manis, campur dengan umbi-umbian seperti wortel atau ubi ketela.

Serealia atau biji-bijian juga perlu dikenalkan kepada si kecil, misalnya bubur bayi yang terbuat dari beras atau gandum. Dari usia enam bulan, Bunda bisa memberikan bubur yang dicampur atau dimasak dengan susu.

Untuk sumber protein hewani, kenalkan si kecil pada dada ayam, ikan berdaging putih dan berminyak, telur rebus, dan daging sapi. Sebagai alternatif, coba protein nabati dari kacang-kacangan. Selain memberikan asupan protein, ikan juga memberikan minyak ikan yang kaya omega-3. Tiga jenis ikan yang paling populer dan mengandung omega-3 paling tinggi adalah sarden, makerel, dan salmon (salem). Tapi ingat ya Bunda, ikan-ikan ini bukan yang berbumbu dan dikalengkan.

Daging sapi merupakan sumber zat besi terbaik dan paling mudah diserap. Masak daging dengan kaldu sapi, wortel, dan kentang sampai benar-benar lunak sebelum dihaluskan. Ikanpenting bagi perkembangan otak si kecil, sistem saraf, dan penglihatan. Cobalah menu ikan rebus dengan wortel, tomat, dan keju. Kalau Bunda mau memberikan telur rebus kepada si kecil, pastikan telurnya direbus sampai betul-betul matang.

Kebutuhan gizi, khususnya zat besi, si kecil tidak bisa dicukupi hanya oleh susu setelah menginjak usia enam bulan. Zat besi yang didapat si kecil dari Bunda mulai habis saat ini, jadi Bunda perlu mengenalkannya pada bahan-bahan makanan sumber zat besi. Tapi ingat ya Bunda, makanan ini cuma sebagai pendamping ASI. Jadi, ASI-nya jangan langsung dilepas kalau si kecil sudah doyan makan. Kalau si kecil sudah bisa memegang botol atau cangkirnya sendiri, berikan ASI peras. Jangan khawatir kalau susu atau makanan tumpah ke bajunya. Situs-situs yang tepercaya, seperti situs Rinso, menyajikan jenis-jenis mesin cuci terbaik sekaligus cara menggunakannya untuk menghilangkan noda protein semacam ini dengan bantuan deterjen berenzim.

Menu vegetarianjuga baik untuk bayi. Bubur kacang hijau bisa menjadi sumber protein sekaligus karbohidrat. Bunda juga bisa berkreasi dengan kacang merah yang dimasak dengan wortel, ubi ketela, tomat, dan keju. Agar si kecil bisa menyerap zat besi, Bunda perlu mengombinasikan sumber zat besi dari bahan-bahan nabati seperti kacang merah dengan vitamin C. Jadi, berikan juga buah-buahan yang kaya vitamin C bersama makanan si kecil.


( Rinso Indonesia ) 


Rabu, 05 November 2014

Tips Mencuci Clodi Agar Awet



Apakah Bunda menggunakan clodi untuk si kecil daripada popok sekali pakai ?
Cloth Diaper, atau disingkat menjadi clodi, adalah popok kain modern. Berbeda dengan popok kain tradisional, cloth diaper (clodi) ini dibuat dari bahan yang dapat menyerap cairan sehingga dapat tahan dipakai dalam rentang waktu tertentu.

Jadi secara sederhana, cara kerja clodi dapat dikatakan seperti disposable diaper (diaper sekali pakai), tetapi dapat dicuci ulang, sehingga dapat digunakan berulang-ulang. 

  gambar diambil dari sini

Ketika Bunda memilih clodi ketimbang popok sekali pakai, salah satu pertimbangannya pasti karena clodi bisa dipakai berulang kali dalam jangka panjang sehingga lebih menghemat pengeluaran untuk si kecil. Tetapi perawatan clodi yang benar perlu Bunda lakukan agar clodi tetap awet, bersih dan nyaman dipakai si kecil. Misalnya melipat dan mengetahui cara menggunakan mesin cuci untuk membersihkan clodi juga dapat menjaga keawetan perlengkapan bayi yang satu ini. Tentu Bunda paham bahwa bagian terbesar dalam berurusan dengan clodi adalah membersihkan kotoran di atasnya dan mencucinya.

Cucian pertama

Clodi yang baru dibeli seharusnya dicuci terlebih dulu sebelum Bunda pakaikan ke si kecil untuk menyingkirkan berbagai bahan kimia yang tertinggal selama proses produksi di pabrik. Bunda pasti tidak mau kulit sensitif si kecil terpapar zat-zat berbahaya ini. Cucian pertama ini juga untuk melembutkan clodi dan membantunya agar menyusut ke ukuran tetapnya. Semakin lembut clodi, semakin baik daya serapnya.

Cucilah clodi baru dengan air bersuhu sekitar 60 derajat Celcius setidaknya sekali. Clodi berbahan katun organik atau serat rami kadang memerlukan lebih dari sekali cuci agar mencapai daya serap maksimal sebelum dipakai untuk pertama kalinya. Selalu ikuti petunjuk perawatan di label atau kemasan clodi. Jika Bunda memakai jenis ini tanpa memberinya kesempatan mencapai daya serap maksimal, kebocoran mungkin terjadi.

Lima sampai enam kali cuci dengan air panas akan menghilangkan kandungan minyak alami yang bisa menolak air pipis bayi. Untuk menyiasati agar tidak terlalu menghabiskan banyak waktu, ikuti pola ‘cuci dua kali lalu keringkan’ dan ulangi hingga tiga kali.

Cucian sehari-hari

Selain mengikuti cara menggunakan mesin cuci secara umum, ada beberapa langkah tambahan yang perlu Bunda lakukan sebelum dan ketika mencuci clodi.

Langkah 1: Buang kotoran padat pada clodi. Bunda bisa menjatuhkannya ke WC jika kotorannya kering atau menyemprotnya dengan air untuk kotoran yang agak cair.

Langkah 2:Pastikan clodi dalam kondisi terbuka sehingga bagian kotornya akan terjangkau air di dalam mesin cuci. Keluarkan penyumpal clodi agar tercuci bersih juga.

Langkah 3: Masukkan clodi dan penyumpalnya ke tabung mesin cuci, namun jangan menjejalinya. Dua puluh hingga 24 clodi dalam sekali cuci merupakan ukuran optimal atau sesuaikan dengan ukuran mesin cuci.

Langkah 4:Jalankan mesin cuci pada putaran bilasan (prewash) dengan air dingin.

Langkah 5:Setelah prewash, jalankan mesin cuci pada putaran pencucian dengan air bersuhu 60 derajat Celcius dengan deterjen yang cocok untuk pakaian bayi lalu bilas dengan air biasa.

Langkah 6:Periksa apakah clodi telah bersih dan tidak berbau. Jika tidak, ulangi langkah sebelumnya.

Langkah 7:Keringkan di udara terbuka di dalam atau luar ruangan. Sinar matahari membantu menghilangkan noda pada clodi. Berhati-hatilah menggunakan mesin pengering untuk clodi. Baca aturan pakainya.

Catatan Penting :

Bunda tidak dianjurkan menggunakan cairan pelembut pakaian karena akan meninggalkan residu yang bisa mengurangi daya serap dan menyebabkan kebocoran serta ruam popok. Noda pada clodi bukan berarti Bunda bisa buru-buru memakai pemutih pakaian. Pencucian biasa dan pengeringan secara alami pada sebagian besar kasus cukup untuk menghilangkannya. Jangan menarik clodi ketika masih hangat agar tidak merusak elastisitasnya.

Temukan tips-tips lain cara menggunakan mesin cuci untuk pakaian bayi di berbagai sumber yang tepercaya di internet.
Semoga bermanfaat Bunda :)


(Rinso Indonesia)


Selasa, 26 Agustus 2014

Yuk, Adakan Movie Night Bersama si Kecil di Rumah !




Hai bunda, pernahkah mengajak nonton film bersama si kecil di rumah ? 
Karena ternyata nonton film bareng si kecil bisa menjadi pengalaman baru yang menyenangkan bagi anak-anak, lho..
Bunda dapat menyewa atau membeli film untuk diputar di rumah, tidak perlu repot-repot pergi ke bioskop di mall.
Jangan lupa tentukan waktu yang nyaman buat bunda dan si kecil, misalkan tiap 1 atau 2 minggu sekali. Pastikan waktu yang ditentukan untuk nonton film bareng tidak mengganggu jam tidur si kecil dan umur si kecil sudah cukup untuk menonton film di layar televisi. Mungkin bisa dijadikan sebagai rekomendasi, American Academy of Pediatrics mengeluarkan panduan agar anak dibawah usia 2 tahun tidak menonton televisi atau film, karena tidak baik untuk perkembangan otaknya.
 
Pilih Film Anak yang Sesuai

Alur film yang sederhana akan lebih baik untuk anak, disinilah peran orang tua untuk menentukan film yang terbaik untuk si kecil. Pilih film yang mempunyai rating yang dapat ditonton oleh semua umur atau general audience. Film dengan rating ini tidak mengandung unsur kekerasan, seks atau penggunaan obat-obatan. Untuk anak berumur 2 hingga 4 tahun akan lebih tertarik pada gambar-gambar yang menarik dibandingkan ceritanya. Lain halnya dengan anak umur diatas 4 tahun yang sudah mulai mengerti jalan cerita dalam sebuah film.

Akan lebih baik kita meluangkan waktu untuk menonton filmnya terlebih dahulu, atau mendengarkan cerita dari teman atau keluarga yang pernah menontonnya untuk mengetahui jalan ceritanya.Walaupun dilabel sebagai film yang bisa ditonton oleh semua umur,terkadang ada bagian-bagian yang kurang baik, seperti mungkin ada adegan memukul dan sebagainya. Anak dengan sangat cepat menangkap apa yang mereka dengar dan lihat. Oleh karenanya, sangatlah penting bagi orangtua untukmendampingi anak saat menonton. Jika ada adegan yang kurang baik dan anak Anda terlanjur melihatnya, langsung ajak mereka bicara dan jelaskan bahwa hal tersebut tidak patut untuk ditiru.

Banyak sekali pilihan film menarik dan inspiratif untuk si kecil.  Bunda bisa menyesuaikan dengan ketertarikan mereka. Film-film Indonesia seperti Laskar Pelangi, Sang Pemimpi atau Denias Senandung di Atas Awan akan mengajari anak Anda untuk selalu bersemangat dalam mencapai tujuan, dan tidak ada yang tak mungkin dalam hidup ini. 

Selain itu, bunda dan si kecil juga dapat melihat keindahan Indonesia yang menjadi latar belakang film tersebut. Jika si kecil menyukai animasi atau kartun, salah satunya film Frozen mengajarkan betapa pentingnya kerukunan dalam keluarga, film ini mungkin cocok untuk gadis kecil. Film ini mengajari pentingnya menjaga persahabatan dan kebersamaan. Dan masih banyak lagi film yang baik untuk si kecil. Bunda juga bisa melakukan riset di internet.

Bersih-bersih dan Berbincang Sebelum Tidur

Sehabis menonton film, ajak si kecil untuk bersama-sama membersihkan ruangan tempat menonton. Mungkin remah-remah snack atau tumpahan minuman akan mengotori pakaian si kecil.
Jangan panik dulu bunda, noda-noda di pakaian mudah dihilangkan jika bunda mengetahui cara mencuci dengan mesin cuci yang benar. Tentunya bunda ingin agar baju kotor si kecil bisa cepat terlihat cemerlang kembali. Ajari si kecil untuk mandiri dengan menaruh baju kotor ke keranjang cucian sebelum berganti baju dan istirahat. Tinggal masukkan pakaian ke mesin cuci, pilih siklus pencucian yang sesuai, tambahkan deterjen dan cucian akan bersih seketika.

Sebelum menemaninya tidur, ajak si kecil berbincang singkat. dan menanyakan apakah mereka senang menonton film tersebut. Bagian-bagian apakah yang mereka sukai?, apa kesan dan pelajaran yang dapat mereka ambil? Sekali waktu ajak si kecil menonton film ke bioskop. Atau mungkin ingin memberi mereka kejutan lagi? Bunda dapat melakukannya dengan mendatangi tempat-tempat wisata indah di Indonesia yang mereka lihat di film pada saat liburan sekolah nanti.

Dengan pilihan film yang tepat, menonton film bersama si kecil akan menumbuhkan rasa ingin tahu dan mengembangkan daya imajinasi mereka. 
Semoga bermanfaat ya Bunda :)


( Rinso Indonesia, gambar: wikipedia )

Selasa, 05 Agustus 2014

Tips Mengatasi Bayi Pilek


Bunda pernahkah mengalami si kecil masih bayi tapi sudah pilek, bagaimana cara mengatasinya ya ?
Penyakit Flu adalah penyakit yang disebabkan infeksi virus yang menyerang saluran napas atas(hidung dan tenggorokan) memang mudah menular, lewat udara juga bisa, namun anda bisa koq mencegahnya yaitu dengan memakai masker saat mengendong atau berdekatan dengan bayi termasuk pada saat menyusuinya. Aturan yang sama juga berlaku bagi ayah ataupun siapapun yang berinteraksi dengannya.

Namun bila sudah terlanjur tertular dengan gejala lesu, demam di atas 38`C, batuk-batuk serta rewel karena rasa nyeri dikepala dan tubuhnya, berikut tips yang dapat anda lakukan :


1. Biarkan banyak beristirahat untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.
2. Tetap susui ASI. ASI membantu kekurangan cairan yang mungkin terjadi akibat demam.diatas 6 bulan berikan cairan lain ; air putih atau jus
3. Pantau suhu tubuhnya. Setiap 3-4 jam sekali. Untuk menentukan perlu tidaknya diberi penurun panas.
4. Perhatikan sirkulasi udara di kamar bayi mengalir dengan baik. Ruangan yang pengap akan memperparah penyakitnya.

Sebenarnya penyakit flu akan sembuh sendiri tanpa pemberian obat-obatan, bila si kecil ditangani dengan baik ia akan sembuh dalam 4-10 hari. Namun bisa jadi selama rentang waktu tersebut bisa saja si kecil rewel karena hidungnya penuh lendir. Untuk itu ada beberapa tips yang perlu diperhatikan dalam pengeluaran lendir:

1. Jemur matahari pagi dan tetap mandi air hangat
2. Gunakan pipet khusus untuk menyedot lendir bayi. Pastikan anda mematuhi cara kerjanya.
3. Jika ingin mengoleskan balsem oles saja di bagian baju depan dada bayi jangan di kulitnya karena bisa saja terjadi iritasi pada kulit.
4. Tetesi obat tetes hidung (Nacl)yang kandungannya hanya garam. Obat ini mengencerkan lendir sehingga lebih mudah ditelan bayi dan merangsang bersin, sehingga lendir mudah keluar.
5. Kalau lendirnya terlalu banyak segera bawa ke dokter anak anda, lendir akan dihisap alat yang bernama suction (bentuknya selang kecil dan dihubungkan ke sebuah mesin).
6. Jangan sedot lendir dihidung bayi dengan mulut karena bisa menyebabkan dia tertular penyakit jika anda menderita sakit tertentu.

sumber : Bayisehat.com

Minggu, 29 Juni 2014

Tips Sederhana Mengatasi Bayi Diare



Diare pada bayi bisa menjadi berbahaya jika tidak diatasi dengan baik. Namun jangan panik jika bayi tiba-tiba terkena diare. Sebab sebenarnya diare bisa diatasi dengan cara yang mudah.

Cara-cara rumahan bisa digunakan untuk mengatasi diare pada bayi. Nah, berikut ini cara-cara pengobatan diare pada bayi seperti dikutip dari Boldsky :

1. Beri Cairan

Saat diare, bayi akan kehilangan banyak cairan dari tubuhnya sehingga bisa menyebabkan dehidrasi. Jika bayi Anda masih meminum ASI, maka berilah dia ASI secara reguler. Memberikan banyak cairan akan membuat tubuh bayi terhidrasi.

2. Air Campuran Gula dan Garam

Bati akan keholangan garam dalam tubuhnya yang keluar melalui diare. Maka itu berikanlah air campuran gula dan garam pada bayi Anda. Mungkin Anda perlu sedikit memaksa bayi Anda untuk minum air ini karena rasanya memang tidak enak.

3. Beri Makanan Sederhana

Jangan beri bayi Anda sereal kompleks atau makanan bayi saat diare. Sebagai gantinya beri mereka makanan yang Anda masak sendiri seperti bubur, apel kukus, atau pisang.

4. Pijat Gusi

Kadang-kadang diare pada bayi dikarenakan rasa sakit karena tumbuh gigi. Untuk mengatasinya, berikan bayi Anda mainan yang nyaman untuk 'dikunyah'. Anda juga dapat memijat gusi bayi dengan jari-jari Anda untuk meringankan rasa sakit.

Jika bayi masih terus diare setelah Anda berikan pertolongan ini, maka segeralah bawa ke dokter. Meski tampaknya sepele, namun diare bisa menyebabkan kematian. Karena itu tanganilah dengan baik.

( sumber : health.detik.com )



 

Sabtu, 03 Mei 2014

Dampak Buruk Bila Sering Membentak Anak


“Tahukan bunda di dalam setiap kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 milyar sel otak saat itu juga. Satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak saat itu juga.”

Membentak bisa berpengaruh buruk pada anak-anak, karena bisa membuat renggang ikatan batin dengan anak, selain itu bentakan tidak mengajarkan apa-apa untuk perkembangan si kecil. Saat usia anak masih di bawah 10 tahun, mereka tidak akan melawan atau balas membentak. Tetapi karena sikap pasif mereka itu, Anda jadi tidak bisa mengukur seberapa besar dampak psikologis yang ditimbulkan karena membentak. Anak cenderung untuk meniru perilaku orangtuanya. Seorang anak yang selalu dibentak, diomeli, atau dimarahi, akan tumbuh dengan keyakinan bahwa dia sah-sah saja berkomunikasi dengan menggunakan bentakan, omelan, atau kemarahan.

Beberapa dampak negatif membentak anak adalah:

1. Anak saat dewasa menjadi minder & takut mencoba hal baru. Jiwanya selalu merasa bersalah sehingga hidupnya penuh keraguan dan tidak percaya diri.


2. Anak akan memiliki sifat pemarah, egois, judes karena dia dibentuk dengan kemarahan oleh orang tuanya. Jika ada hal yang tidak berkenan dihatinya karena sikap kawannya, dia cenderung agresif dan memarahi rekannya. Padahal masalahnya hanya sepele.

3. Anak akan memilki sifat menantang, keras kepala dan suka membantah nasehat atau perintah orang tuanya.

4. Anak akan memiliki pribadi yang tertutup dan suka menyimpan unek-unek nya, takut mengutarakan, karena takut dipersalahkan.

5. Anak menjadi apatis, sering tidak peduli pada suatu hal.


Dari beberapa artikel dan penelitian disebutkan bahwa, satu bentakan merusak jutaan sel-sel otak anak kita. Hasil penelitian Lise Gliot, berkesimpulan pada anak yang masih dalam pertumbuhan otaknya yakni pada masa golden age (2-3 tahun pertama kehidupan, red), suara keras dan membentak yang keluar dari orang tua dapat menggugurkan sel otak yang sedang tumbuh. Sedangkan pada saat ibu sedang memberikan belaian lembut sambil menyusui, rangkaian otak terbentuk indah.

Penelitian Lise Gliot ini sendiri dilakukan sendiri pada anaknya dengan memasang kabel perekam otak yang dihubungkan dengan sebuah monitor komputer sehingga bisa melihat setiap perubahan yang terjadi dalam perkembangan otak anaknya. “Hasilnya luar biasa, saat menyusui terbentuk rangkaian indah, namun saat ia terkejut dan sedikit bersuara keras pada anaknya, rangkaian indah menggelembung seperti balon, lalu pecah berantakan dan terjadi perubahan warna. Ini baru teriakan,” ujarnya. Dari hasil penelitian ini, jelas pengaruh marah terhadap anak sangat mempengaruhi perkembangan otaknya. Jika ini dilakukan secara tak terkendali, bukan tidak mungkin akan mengganggu struktur otak anak itu sendiri. “Makanya, kita harus berhati-hati dalam memarahi anaknya,” Tidak hanya itu, marah juga mengganggu fungsi organ penting dalam tubuh. Tak hanya otak, tapi juga hati, jantung dan lainnya.


Kelekatan hubungan anak dan orang tua sangat berpengaruh bagi perkembangan otak dan psycologisnya, tdk usah khawatir anak jadi cengeng dan manja. So.. Semoga saya tidak membentak lagi terutama pada umur 1-6 tahun si anak karena ini adalah "the golden age" yang dapat merusak kecerdasan emosionalnya. 

Mari yuk selalu memberi pujian tulus dan pelukan kasih sayang kepada anak-anak kita agar kelak menjadi anak yang cerdas berjiwa penuh kasih sayang. 



(sumber: ecahyono, forum.detik.com , life viva )

Rabu, 26 Maret 2014

Mengatasi Sariawan pada Balita


Pernahkah si kecil mengalami sariawan ? Karena ternyata sariawan bukan hanya dialami orang dewasa saja, ternyata anak-anak juga bisa mengalaminya. Sariawan merupakan peradangan yang terjadi dalam rongga mulut, sehingga dapat terjadi pada bagian dalam pipi, gusi, lidah, bibir, kerongkongan, atap mulut, dan/atau lantai mulut.

Sepertinya sepele ya bunda, tetapi gangguan ini dapat membuat proses pencernaan anak terganggu. Anak dapat menjadi enggan makan atau minum, karena makanan atau minuman yang masuk ke mulut akan menyentuh bagian sariawan tersebut yang menimbulkan rasa sakit dan perih.

Sebelum mengetahui bagaimana cara mengatasi anak yang terkena sariawan, sebaiknya bunda tahu dulu penyebab sariawan yang sering terjadi pada anak, karena kasus sariawan pada anak yang satu dengan yang lain seringkali berbeda.

• Stomatitis apthosa
Sariawan ini terjadi akibat adanya trauma, misalnya tergigit atau tergores sikat gigi saat anak menyikat gigi. Bagian dalam mulut yang lecet atau terluka dapat menyebabkan kuman masuk, dan membuat luka terinfeksi. Biasanya bila si Kecil terkena sariawan ini, maka akan timbul peradangan yang terasa sakit atau nyeri.

• Oral thrush / moniliasis
Sariawan ini disebabkan oleh jamur Candida albicans yang biasanya dijumpai dan bersarang di lidah. Jamur ini akan mudah tumbuh melebihi normal bila daya tahan tubuh si Kecil menurun dan ketika anak sedang mengonsumsi obat-obatan antibiotik.

• Stomatitis herpetic
Stomatic herpetic disebabkan oleh virus Herpes simplex. Virus ini biasa dijumpai dan bersarang di belakang tenggorokkan. Sariawan di tenggorokan terjadi jika ada virus yang mewabah dan daya tubuh si Kecil rendah. Meskipun terlihat sederhana, sariawan ini sangat mengganggu aktivitas si Kecil.

Nah, setelah mengetahui penyebabnya. Berikut adalah cara mengatasi gejala sariawan pada buah hati bunda :

1. Menjaga kebersihan mulut dan gigi anak
Jangan lupa untuk membiasakan si kecil agar rajin sikat gigi sebanyak dua kali sehari, yakni pada pagi hari setelah makan pagi dan malam menjelang tidur. Agar lebih optimal, sebaiknya si kecil juga diajak ke dokter gigi untuk mengontrol giginya setiap tiga bulan sekali.

2. Memberikan asupan makanan dan minuman yang sehat dan bergizi
Saat si kecil sedang menderita sariawan, bunda harus tetap memastikan bahwa si kecil mendapatkan asupan cairan yang cukup karena umumnya anak menjadi berkurang nafsu makannya ketika sariawan. Bila kebutuhan cairan si kecil terpenuhi, ini akan menghindarkannya dari risiko dehidrasi. Ibu bisa juga memberikan minuman dan makanan yang mengandung tinggi vitamin B, C, dan zat besi untuk membantu mempercepat proses penyembuhan, seperti, apel, jeruk, tomat, dan sayuran yang dapat diolah dalam bentuk jus, sehingga mudah untuk dikonsumsi dan tidak akan menyebabkan rasa sakit. Selain itu, vitamin B, C, dan zat besi pun bisa diperoleh dari susu.

3. Suapi si kecil perlahan-lahan
Ketika si kecil sariawan, sebaiknya bunda tetap menyuapinya dengan perlahan-lahan supaya ia tidak kekurangan nutrisi sekaligus sariawannya tidak tersentuh oleh sendok yang digunakan untuk makan. Ajarkan si kecil untuk makan perlahan-lahan agar makanan yang di kunyah tidak mengenai mulutnya karena sariawan.

4. Gunakan gelas untuk minum si kecil
Ketika anak sariawan, sebaiknya jangan menggunakan botol saat bunda ingin memberikan minuman untuk si kecil. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari adanya kontak langsung dengan sariawan, karena hal ini bisa membuat dia semakin nyeri atau sakit terhadap makanan atau minuman yang ia makan.
Kalau gejala sariawan tidak kunjung sembuh dalam beberapa hari atau bahkan minggu, maka sebaiknya bunda berkonsultasi dengan dokter.


( sumber: ibudanbalita.com )