Selasa, 26 Agustus 2014

Yuk, Adakan Movie Night Bersama si Kecil di Rumah !




Hai bunda, pernahkah mengajak nonton film bersama si kecil di rumah ? 
Karena ternyata nonton film bareng si kecil bisa menjadi pengalaman baru yang menyenangkan bagi anak-anak, lho..
Bunda dapat menyewa atau membeli film untuk diputar di rumah, tidak perlu repot-repot pergi ke bioskop di mall.
Jangan lupa tentukan waktu yang nyaman buat bunda dan si kecil, misalkan tiap 1 atau 2 minggu sekali. Pastikan waktu yang ditentukan untuk nonton film bareng tidak mengganggu jam tidur si kecil dan umur si kecil sudah cukup untuk menonton film di layar televisi. Mungkin bisa dijadikan sebagai rekomendasi, American Academy of Pediatrics mengeluarkan panduan agar anak dibawah usia 2 tahun tidak menonton televisi atau film, karena tidak baik untuk perkembangan otaknya.
 
Pilih Film Anak yang Sesuai

Alur film yang sederhana akan lebih baik untuk anak, disinilah peran orang tua untuk menentukan film yang terbaik untuk si kecil. Pilih film yang mempunyai rating yang dapat ditonton oleh semua umur atau general audience. Film dengan rating ini tidak mengandung unsur kekerasan, seks atau penggunaan obat-obatan. Untuk anak berumur 2 hingga 4 tahun akan lebih tertarik pada gambar-gambar yang menarik dibandingkan ceritanya. Lain halnya dengan anak umur diatas 4 tahun yang sudah mulai mengerti jalan cerita dalam sebuah film.

Akan lebih baik kita meluangkan waktu untuk menonton filmnya terlebih dahulu, atau mendengarkan cerita dari teman atau keluarga yang pernah menontonnya untuk mengetahui jalan ceritanya.Walaupun dilabel sebagai film yang bisa ditonton oleh semua umur,terkadang ada bagian-bagian yang kurang baik, seperti mungkin ada adegan memukul dan sebagainya. Anak dengan sangat cepat menangkap apa yang mereka dengar dan lihat. Oleh karenanya, sangatlah penting bagi orangtua untukmendampingi anak saat menonton. Jika ada adegan yang kurang baik dan anak Anda terlanjur melihatnya, langsung ajak mereka bicara dan jelaskan bahwa hal tersebut tidak patut untuk ditiru.

Banyak sekali pilihan film menarik dan inspiratif untuk si kecil.  Bunda bisa menyesuaikan dengan ketertarikan mereka. Film-film Indonesia seperti Laskar Pelangi, Sang Pemimpi atau Denias Senandung di Atas Awan akan mengajari anak Anda untuk selalu bersemangat dalam mencapai tujuan, dan tidak ada yang tak mungkin dalam hidup ini. 

Selain itu, bunda dan si kecil juga dapat melihat keindahan Indonesia yang menjadi latar belakang film tersebut. Jika si kecil menyukai animasi atau kartun, salah satunya film Frozen mengajarkan betapa pentingnya kerukunan dalam keluarga, film ini mungkin cocok untuk gadis kecil. Film ini mengajari pentingnya menjaga persahabatan dan kebersamaan. Dan masih banyak lagi film yang baik untuk si kecil. Bunda juga bisa melakukan riset di internet.

Bersih-bersih dan Berbincang Sebelum Tidur

Sehabis menonton film, ajak si kecil untuk bersama-sama membersihkan ruangan tempat menonton. Mungkin remah-remah snack atau tumpahan minuman akan mengotori pakaian si kecil.
Jangan panik dulu bunda, noda-noda di pakaian mudah dihilangkan jika bunda mengetahui cara mencuci dengan mesin cuci yang benar. Tentunya bunda ingin agar baju kotor si kecil bisa cepat terlihat cemerlang kembali. Ajari si kecil untuk mandiri dengan menaruh baju kotor ke keranjang cucian sebelum berganti baju dan istirahat. Tinggal masukkan pakaian ke mesin cuci, pilih siklus pencucian yang sesuai, tambahkan deterjen dan cucian akan bersih seketika.

Sebelum menemaninya tidur, ajak si kecil berbincang singkat. dan menanyakan apakah mereka senang menonton film tersebut. Bagian-bagian apakah yang mereka sukai?, apa kesan dan pelajaran yang dapat mereka ambil? Sekali waktu ajak si kecil menonton film ke bioskop. Atau mungkin ingin memberi mereka kejutan lagi? Bunda dapat melakukannya dengan mendatangi tempat-tempat wisata indah di Indonesia yang mereka lihat di film pada saat liburan sekolah nanti.

Dengan pilihan film yang tepat, menonton film bersama si kecil akan menumbuhkan rasa ingin tahu dan mengembangkan daya imajinasi mereka. 
Semoga bermanfaat ya Bunda :)


( Rinso Indonesia, gambar: wikipedia )

Selasa, 05 Agustus 2014

Tips Mengatasi Bayi Pilek


Bunda pernahkah mengalami si kecil masih bayi tapi sudah pilek, bagaimana cara mengatasinya ya ?
Penyakit Flu adalah penyakit yang disebabkan infeksi virus yang menyerang saluran napas atas(hidung dan tenggorokan) memang mudah menular, lewat udara juga bisa, namun anda bisa koq mencegahnya yaitu dengan memakai masker saat mengendong atau berdekatan dengan bayi termasuk pada saat menyusuinya. Aturan yang sama juga berlaku bagi ayah ataupun siapapun yang berinteraksi dengannya.

Namun bila sudah terlanjur tertular dengan gejala lesu, demam di atas 38`C, batuk-batuk serta rewel karena rasa nyeri dikepala dan tubuhnya, berikut tips yang dapat anda lakukan :


1. Biarkan banyak beristirahat untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.
2. Tetap susui ASI. ASI membantu kekurangan cairan yang mungkin terjadi akibat demam.diatas 6 bulan berikan cairan lain ; air putih atau jus
3. Pantau suhu tubuhnya. Setiap 3-4 jam sekali. Untuk menentukan perlu tidaknya diberi penurun panas.
4. Perhatikan sirkulasi udara di kamar bayi mengalir dengan baik. Ruangan yang pengap akan memperparah penyakitnya.

Sebenarnya penyakit flu akan sembuh sendiri tanpa pemberian obat-obatan, bila si kecil ditangani dengan baik ia akan sembuh dalam 4-10 hari. Namun bisa jadi selama rentang waktu tersebut bisa saja si kecil rewel karena hidungnya penuh lendir. Untuk itu ada beberapa tips yang perlu diperhatikan dalam pengeluaran lendir:

1. Jemur matahari pagi dan tetap mandi air hangat
2. Gunakan pipet khusus untuk menyedot lendir bayi. Pastikan anda mematuhi cara kerjanya.
3. Jika ingin mengoleskan balsem oles saja di bagian baju depan dada bayi jangan di kulitnya karena bisa saja terjadi iritasi pada kulit.
4. Tetesi obat tetes hidung (Nacl)yang kandungannya hanya garam. Obat ini mengencerkan lendir sehingga lebih mudah ditelan bayi dan merangsang bersin, sehingga lendir mudah keluar.
5. Kalau lendirnya terlalu banyak segera bawa ke dokter anak anda, lendir akan dihisap alat yang bernama suction (bentuknya selang kecil dan dihubungkan ke sebuah mesin).
6. Jangan sedot lendir dihidung bayi dengan mulut karena bisa menyebabkan dia tertular penyakit jika anda menderita sakit tertentu.

sumber : Bayisehat.com