Jumat, 28 November 2014

Yuk, Kenalkan Si Kecil pada MPASI !




Sudahkah Bunda memberikan ASI ekslusif pada si kecil ? ASI eksklusif adalah pemberian ASI ( Air Susu Ibu ) sedini mungkin setelah persalinan. Diberikan pada bayi tanpa jadwal dan tidak diberi makanan lain, walaupun hanya air putih sampai bayi berumur 6 bulan. Setelah bayi berumur 6 bulan, bayi mulai dikenalkan dengan makanan lain dan tetap diberikan ASI sampai bayi berumur dua tahun.  

Nah Bunda sesudah memberikan ASI eksklusif selama enam bulan, Bunda bisa mulai mengenalkan makanan pendamping ASI kepada si kecil. Tapi, bukan berarti Bunda bisa langsung menyuapinya dengan makanan padat tanpa diproses biar gampang dicerna si kecil. Pilih makanan yang juga tidak menimbulkan alergi. Seiring waktu berjalan, Bunda bisa terus mengenalkan variasi bahan makanan dan, saat sudah waktunya, si kecil bisa mulai dilatih memegang makanannya sendiri. Asalkan Bunda memiliki mesin cuci terbaik yang bisa menangani pakaian bayi, tumpahan makanan atau susu di baju si kecil mudah dibersihkan demi perkembangan si kecil.

Bayi biasanya mulai bisa merasakan makanan pada usia 6-9 bulan. Nah, ini waktunya Bunda pintar-pintar memadu-padankan rasa MPASI untuk si kecil. Coba bahan-bahan makanan berikut ini. Setiap bahan makanan perlu direbus dan dihaluskan biar si kecil tidak tersedak. Bunda juga perlu mencicipinya sebelum memberikannya kepada si kecil supaya tahu terlalu kasar kah atau terlalu panas kah.

Kita tahu sayuran hijau kaya nutrisi penting. Coba brokoli, kacang polong, bayam, dan jagung manis. Agar sedikit lebih manis, campur dengan umbi-umbian seperti wortel atau ubi ketela.

Serealia atau biji-bijian juga perlu dikenalkan kepada si kecil, misalnya bubur bayi yang terbuat dari beras atau gandum. Dari usia enam bulan, Bunda bisa memberikan bubur yang dicampur atau dimasak dengan susu.

Untuk sumber protein hewani, kenalkan si kecil pada dada ayam, ikan berdaging putih dan berminyak, telur rebus, dan daging sapi. Sebagai alternatif, coba protein nabati dari kacang-kacangan. Selain memberikan asupan protein, ikan juga memberikan minyak ikan yang kaya omega-3. Tiga jenis ikan yang paling populer dan mengandung omega-3 paling tinggi adalah sarden, makerel, dan salmon (salem). Tapi ingat ya Bunda, ikan-ikan ini bukan yang berbumbu dan dikalengkan.

Daging sapi merupakan sumber zat besi terbaik dan paling mudah diserap. Masak daging dengan kaldu sapi, wortel, dan kentang sampai benar-benar lunak sebelum dihaluskan. Ikanpenting bagi perkembangan otak si kecil, sistem saraf, dan penglihatan. Cobalah menu ikan rebus dengan wortel, tomat, dan keju. Kalau Bunda mau memberikan telur rebus kepada si kecil, pastikan telurnya direbus sampai betul-betul matang.

Kebutuhan gizi, khususnya zat besi, si kecil tidak bisa dicukupi hanya oleh susu setelah menginjak usia enam bulan. Zat besi yang didapat si kecil dari Bunda mulai habis saat ini, jadi Bunda perlu mengenalkannya pada bahan-bahan makanan sumber zat besi. Tapi ingat ya Bunda, makanan ini cuma sebagai pendamping ASI. Jadi, ASI-nya jangan langsung dilepas kalau si kecil sudah doyan makan. Kalau si kecil sudah bisa memegang botol atau cangkirnya sendiri, berikan ASI peras. Jangan khawatir kalau susu atau makanan tumpah ke bajunya. Situs-situs yang tepercaya, seperti situs Rinso, menyajikan jenis-jenis mesin cuci terbaik sekaligus cara menggunakannya untuk menghilangkan noda protein semacam ini dengan bantuan deterjen berenzim.

Menu vegetarianjuga baik untuk bayi. Bubur kacang hijau bisa menjadi sumber protein sekaligus karbohidrat. Bunda juga bisa berkreasi dengan kacang merah yang dimasak dengan wortel, ubi ketela, tomat, dan keju. Agar si kecil bisa menyerap zat besi, Bunda perlu mengombinasikan sumber zat besi dari bahan-bahan nabati seperti kacang merah dengan vitamin C. Jadi, berikan juga buah-buahan yang kaya vitamin C bersama makanan si kecil.


( Rinso Indonesia ) 


Rabu, 05 November 2014

Tips Mencuci Clodi Agar Awet



Apakah Bunda menggunakan clodi untuk si kecil daripada popok sekali pakai ?
Cloth Diaper, atau disingkat menjadi clodi, adalah popok kain modern. Berbeda dengan popok kain tradisional, cloth diaper (clodi) ini dibuat dari bahan yang dapat menyerap cairan sehingga dapat tahan dipakai dalam rentang waktu tertentu.

Jadi secara sederhana, cara kerja clodi dapat dikatakan seperti disposable diaper (diaper sekali pakai), tetapi dapat dicuci ulang, sehingga dapat digunakan berulang-ulang. 

  gambar diambil dari sini

Ketika Bunda memilih clodi ketimbang popok sekali pakai, salah satu pertimbangannya pasti karena clodi bisa dipakai berulang kali dalam jangka panjang sehingga lebih menghemat pengeluaran untuk si kecil. Tetapi perawatan clodi yang benar perlu Bunda lakukan agar clodi tetap awet, bersih dan nyaman dipakai si kecil. Misalnya melipat dan mengetahui cara menggunakan mesin cuci untuk membersihkan clodi juga dapat menjaga keawetan perlengkapan bayi yang satu ini. Tentu Bunda paham bahwa bagian terbesar dalam berurusan dengan clodi adalah membersihkan kotoran di atasnya dan mencucinya.

Cucian pertama

Clodi yang baru dibeli seharusnya dicuci terlebih dulu sebelum Bunda pakaikan ke si kecil untuk menyingkirkan berbagai bahan kimia yang tertinggal selama proses produksi di pabrik. Bunda pasti tidak mau kulit sensitif si kecil terpapar zat-zat berbahaya ini. Cucian pertama ini juga untuk melembutkan clodi dan membantunya agar menyusut ke ukuran tetapnya. Semakin lembut clodi, semakin baik daya serapnya.

Cucilah clodi baru dengan air bersuhu sekitar 60 derajat Celcius setidaknya sekali. Clodi berbahan katun organik atau serat rami kadang memerlukan lebih dari sekali cuci agar mencapai daya serap maksimal sebelum dipakai untuk pertama kalinya. Selalu ikuti petunjuk perawatan di label atau kemasan clodi. Jika Bunda memakai jenis ini tanpa memberinya kesempatan mencapai daya serap maksimal, kebocoran mungkin terjadi.

Lima sampai enam kali cuci dengan air panas akan menghilangkan kandungan minyak alami yang bisa menolak air pipis bayi. Untuk menyiasati agar tidak terlalu menghabiskan banyak waktu, ikuti pola ‘cuci dua kali lalu keringkan’ dan ulangi hingga tiga kali.

Cucian sehari-hari

Selain mengikuti cara menggunakan mesin cuci secara umum, ada beberapa langkah tambahan yang perlu Bunda lakukan sebelum dan ketika mencuci clodi.

Langkah 1: Buang kotoran padat pada clodi. Bunda bisa menjatuhkannya ke WC jika kotorannya kering atau menyemprotnya dengan air untuk kotoran yang agak cair.

Langkah 2:Pastikan clodi dalam kondisi terbuka sehingga bagian kotornya akan terjangkau air di dalam mesin cuci. Keluarkan penyumpal clodi agar tercuci bersih juga.

Langkah 3: Masukkan clodi dan penyumpalnya ke tabung mesin cuci, namun jangan menjejalinya. Dua puluh hingga 24 clodi dalam sekali cuci merupakan ukuran optimal atau sesuaikan dengan ukuran mesin cuci.

Langkah 4:Jalankan mesin cuci pada putaran bilasan (prewash) dengan air dingin.

Langkah 5:Setelah prewash, jalankan mesin cuci pada putaran pencucian dengan air bersuhu 60 derajat Celcius dengan deterjen yang cocok untuk pakaian bayi lalu bilas dengan air biasa.

Langkah 6:Periksa apakah clodi telah bersih dan tidak berbau. Jika tidak, ulangi langkah sebelumnya.

Langkah 7:Keringkan di udara terbuka di dalam atau luar ruangan. Sinar matahari membantu menghilangkan noda pada clodi. Berhati-hatilah menggunakan mesin pengering untuk clodi. Baca aturan pakainya.

Catatan Penting :

Bunda tidak dianjurkan menggunakan cairan pelembut pakaian karena akan meninggalkan residu yang bisa mengurangi daya serap dan menyebabkan kebocoran serta ruam popok. Noda pada clodi bukan berarti Bunda bisa buru-buru memakai pemutih pakaian. Pencucian biasa dan pengeringan secara alami pada sebagian besar kasus cukup untuk menghilangkannya. Jangan menarik clodi ketika masih hangat agar tidak merusak elastisitasnya.

Temukan tips-tips lain cara menggunakan mesin cuci untuk pakaian bayi di berbagai sumber yang tepercaya di internet.
Semoga bermanfaat Bunda :)


(Rinso Indonesia)