Rabu, 17 April 2013

Tips Menghadapi Anak yang Suka Mengumpat


Orangtua merasa senang dan bangga kalau anaknya mahir berbicara dan berani mengungkapkan emosinya. Namun, perasaan positif ini dapat menjadi negatif seketika ketika si kecil merespons sikap dan ucapan Anda dengan bantahan bahkan mengumpat.

Sebaiknya, Anda tak terpancing dengan bantahan anak melalui sikap dan ucapan kasar yang keluar begitu saja dari mulutnya. Misalnya, saat ibu mengajak anak tidur, ia tiba-tiba berkata, "Ih, bawel."

Jane Nelsen, penulis buku Positive Disciplin memaparkan anak yang membalas ucapan orangtua dengan kata-kata atau ungkapan kasar sebenarnya ia sedang mengekspresikan kemarahan, frustasi, ketakutan atau rasa sakit.

"Anda harus mengajarkan anak untuk mengungkapkan emosinya dengan cara yang lebih baik," sarannya.

Jangan terpancing.
Bereaksilah sewajarnya saat anak membalas ucapan Anda dengan cara yang tak sopan. Cara terbaik yang bisa dilakukan orangtua terhadap anaknya adalah dengan mengajarkannya bersikap menghargai orang lain. Ajari anak mengenai bagaimana cara berbicara yang baik. Jangan pernah membalas ucapan kasar anak Anda. Bagaimana pun anak mencontoh dari orang lain di sekitarnya, terutama orangtuanya.

Tak ada kompromi.
Jangan membiarkan si kecil berbicara dengan nada atau kata-kata yang buruk. Jika ia tak sengaja mengucapkan kata kasar saat sedang bermain games bersama Anda misalnya, segera ingatkan dia. Bilang kepadanya, Anda tak mau melanjutkan permainan jika si kecil bicara kasar lagi. Jika anak masih saja bicara buruk, segera hentikan permainan Anda. Tinggalkan si kecil, dan katakan kepadanya bahwa Anda hanya mau bicara padanya kalau ia sudah siap bersikap baik.

Nah, jika hal ini terjadi di depan umum, upayakan untuk tidak mengintimidasinya. Perlahan dan dengan tenang beritahu anak Anda bahwa ucapannya tak baik. Ajak anak ke tempat yang tenang, dan katakan padanya, jika ia mengulangi hal tersebut maka ia harus siap menerima konsekuensinya. Misalnya, tak boleh menonton acara TV favoritnya.

Terapkan aturan.
Pastikan anak Anda memahami apa yang boleh dan tidak boleh diucapkan, dan pada saat kapan. Berikan si kecil penjelasan, mengapa Anda menerapkan aturan tersebut. Sehingga si kecil dapat memahami aturan yang ada dalam keluarganya. Jelaskan juga padanya, tak semua isi pikiran dapat diungkapkan sesuka hati.

"Penting untuk membuat batasan dan konsisten menjalaninya," kata psikolog klinis, Wade Horn.

Komunikasi.
Tunjukkan perhatian Anda dengan mengatakan kepada si kecil bahwa Anda memahami perasaannya, meski tak menyetujui caranya mengungkapkan emosi.

Bangunlah komunikasi dengan si kecil, ajak ia mengungkapkan alasan di balik kata-kata kasar yang diucapkannya. Ajak si kecil belajar menjelaskan perasaan atau emosinya, bukan dengan mengumpat.

Sebaiknya mulailah percakapan setelah temperamen anak mereda. Libatkan anak untuk mencari tahu bagaimana seharusnya ia bersikap saat merasa emosi dengan sesuatu, bukan dengan mengumpat.

Fokus pada solusi.
Telusuri lebih jauh mengapa si kecil bersikap atau berkata kasar kepada Anda. Ia pasti punya alasan di baliknya. Bisa jadi cara Anda memperlakukannya membuatnya emosi dan menyimpan kemarahan.

Misalnya saat ia sedang mengerjakan tugasnya membersihkan mainannya, Anda selalu bertanya apakah ia sudah menyelesaikan tugasnya, setiap beberapa menit. Adalah tugas orangtua untuk mencari solusi bersama, agar tercipta harmoni dengan sikap saling menghargai.

Selamat mencoba bunda :)


*sumber: kompas.com

Jumat, 22 Februari 2013

Penyakit Kuning pada Bayi


Bayi Bunda berwarna kuning sejak lahir? Tak perlu panik dulu, Bun. Banyak bayi-bayi lahir dengan kondisi tubuh berwarna kuning. Meski begitu Bunda perlu juga mengetahui mana kuning yang berbahaya mana yang tidak supaya penanganannya tepat.

Sebenarnya kuning pada bayi dikarenakan kadar bilirubin yang tinggi dalam darah. Hemoglobin dalam darah bayi saat di kandungan berbeda dengan hemoglobin ketika bayi lahir. Saat bayi lahir sel darah merah merusak hemoglobin lama (hemoglobin saat bayi dalam kandungan) dan menggantinya dengan hemoglobin yang baru. Pergantian hemoglobin ini mengakibatnya penumpukan bilirubin sehingga bayi tampak kuning.

Biasanya bilirubin akan hilang  setelah dua atau tiga minggu. Kuning seperti ini termasuk kuning fisiologis yakni kuning yang tidak berbahaya. Biasanya dokter hanya menyarankan supaya Bunda memberikan ASI dan menjemurnya di bawah sinar matahari pagi.


Tanda-tanda kekuningan pada bayi yang normal atau tidak perlu dicemaskan antara lain :
  •     Timbul pada hari 2 dan 3.
  •     Menghilang dalam 10 hari.
  •     Sklera mata kuning.
  •     Warna urine biasa.
Jika kuning tidak hilang dalam 10 hari, segera bawa ke fasilitas kesehatan / Rumah Sakit.

Cara penanganan kuning pada bayi antara lain :
  1. Beri ASI yang banyak karena dapat merangsang peristaltik usus untuk mengeluarkan mekonium (BAB bayi baru lahir berwarna hitam) sehingga peredaran enteropatik berkurang.
  2. Menyusui sedini mungkin (Inisiasi Menyusui Dini).
  3. Memantau kecukupan ASI.
  4. Jemur bayi pada sinar matahari pagi selama 5-10 menit, berfungsi sebagai photoisomerasi, fotooksidasi  yang dapat menghasilkan bilirubin larut dalam air. Sewaktu menjemur bayi, tutup bagian mata dan alat kelaminnya agar tidak terpapar panas secara langsung. Waktu penjemuran bayi yang baik dilakukan sebelum pukul 10.00, setelah dipijat bayi, kemudiandi dinginkan sebentar baru dimandikan.

( sumber: infobunda.com & ibu dan balita )


Sabtu, 02 Februari 2013

Mengatasi Ruam Popok pada Bayi




Apakah Ruam popok itu?
Ruam popok dapat berupa ruam yang terjadi di dalam area popok. Pada kasus ringan kulit menjadi merah. Pada kasus-kasus yang lebih berat mungkin terdapat rasa sakit. Biasanya ruam terlihat pada sekitar perut, kemaluan, dan di dalam lipatan kulit paha dan pantat. Kasus ringan menghilang dalam 3 sampai 4 hari tanpa pengobatan. Bila ruam menetap atau muncul lagi setelah pengobatan, berkonsultasilah dengan dokter.

Apakah penyebab ruam popok?
Bertahun-tahun ruam popok dihubungkan dengan berbagai kasus seperti tumbuh gigi, diet, dan ammonia dalam urine. Namun, para ahli sekarang percaya hal itu disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:
  • Terlalu lembab
  • Luka atau gesekan
  • Kulit terlalu lama terkena urine, feses, atau keduanya
  • Infeksi jamur
  • Infeksi bakteri
  • Reaksi alergi terhadap bahan popok
Bila kulit basah terlalu lama, lapisan kulit yang melindungi kulit mulai rusak. Bila kulit basah digosok, juga lebih mudah rusak. Lembab akibat popok yang sudah penuh dapat berbahaya bagi kulit bayi dan membuat lebih mudah menjadi luka. Bila hal ini terjadi, maka dapat timbul ruam popok. Selanjutnya gesekan antara lipatan kulit yang lembab membuat ruam menjadi lebih berat. Hal inilah yang menyebabkan ruam popok sering terbentuk di lipatan kulit leher dan paha atas.

Lebih dari separoh bayi berusia antara 4 bulan sampai 15 bulan terjadi ruam popok sedikitnya satu kali dalam waktu 2 bulan. Ruam popok lebih sering terjadi pada keadaan-keadaan berikut:
  • Begitu bayi bertambah usia, kebanyakan antara usia 8-10 bulan
  • Bila bayi tidak terjaga kebersihannya dan kering
  • Jika bayi sering buang air besar, khususnya bila tinja tetap berada dalam popok sepanjang malam.
  • Bila bayi mulai makan makanan padat
  • Bila bayi mengkonsumsi antibiotik atau bayi yang masih menyusui yang ibunya mendapat antibiotik.
Bayi yang mengkonsumsi antibiotik lebih mudah menderita ruam popok yang disebabkan oleh infeksi jamur. Jamur menginfeksi kulit yang lemah dan menyebabkan ruam merah terang dengan bintik-bintik merah di pinggirannya. Anda dapat mengobatinya keluhan-keluhan ini, anda dapat menghubungi dokter.

Apa yang dapat kita lakukan untuk mencegah ruam popok?
Untuk membantu mencegah timbulnya ruam popok sebaiknya:
  • Gantilah popok segera setelah anak kencing atau berak. Hal ini mencegah lembab pada kulit. Janganlah memakai popok dengan ketat khususnya sepanjang malam hari. Gunakan popok dengan longgar sehingga bagian yang basah dan terkena tinja tidak menggesek kulit lebih luas. Bersihkan dengan lembut daerah popok dengan air. Anda tidak perlu menggunakan sabun setiap kali mengganti popok atau setiap kali buang air besar. (Bayi yang mendapat ASI dapat BAB sebanyak 8 kali per hari). Gunakan sabun hanya bila tinja tidak mudah keluar.
  • Jangan menggunakan bedak bayi atau talk karena dapat menyebabkan masalah dengan pernapasan pada bayi anda.
  • Hindari selalu membersihkan dengan usapan yang dapat mengeringkan kulit. Alkohol atau parfum pada produk tersebut dapat mengiritasi kulit bayi.
Apa yang dapat dilakukan bila bayi menderita ruam popok?
Bila ruam popok muncul walaupun anda telah berusaha untuk mencegahnya, cobalah langkah-langkah sebagai berikut:
  • Gantilah popok yang telah penuh sesering mungkin
  • Gunakan air bersih untuk membersihkan area popok setiap kali mengganti popok. Gunakan air mengalir sehingga anda dapat membersihkandan membilas tanpa tidak perlu menggosok.
  • Tepuk sehingga kering; jangan menggosok. Biarkan area di udara terbuka sehingga benar-benar kering
  • Gunakan tipis-tipis ointment atau krim pelindung (seperti yang mengandung zinx ixide atau petrolatum) untuk membentuk lapisan pelindung pada kulit. Salep ini biasanya tebal dan lengket dan tidak hilang, seluruhnya pada penggantian popok berikutnya. Perlu diingat garukan keras atau gosokan kuat hanya akan lebih memperberat kerusakan kulit.
  • Konsultasikan dengan dokter anda bila ruam:
  1. Melepuh atau terdapat nanah
  2. Tidak hilang dalam waktu 48 sampai 72 jam
  3. Menjadi lebih berat
  • Gunakan krim yang mengandung steroid hanya bila dokter anda merekomendasikan. Krim tersebut jarang diperlukan dan mungkin berbahaya
Jenis popok mana yang sebaiknya digunakan?
Terdapat banyak merek popok. Popok dibuat dari kain atau bahan disposibel. Setelah digunakan popok kain dapat dicuci dan digunakan kembali, sedangkan popok disposibel dapat dibuang setelah digunakan.

Penelitian menyarankan bahwa ruam popok lebih jarang terjadi pada penggunaan popok disposibel. Pada anak yang menggunakan popok disposibel daya serap tinggi cenderung rendah angka terjadinya ruam popok. Terlepas dari tipe popok yang anda gunakan, ruam popok jarang terjadi bersifat ringan bila anda sering mengganti popok. Bila anda menggunakan popok kain, anda dapat menggunakan lapisan pelindung (stay dry liner) di bagian dalamnya untuk menjaga bayi lebih kering.

Apakah anda menggunakan popok kain, popok disposibel atau keduanya, gantilah selalu jika diperlukan untuk menjaga bayi anda bersih, kering, dan sehat.

Ingatlah - jangan pernah meninggalkan bayi sendirian di meja penggantian popok atau pada permukaan apapun di atas lantai. Bahkan seorang bayi baru lahir dapat tiba-tiba berguling dan jatuh ke lantai.

Semoga bermanfaat :)


*sumber : Ikatan Dokter Anak Indonesia


Selasa, 15 Januari 2013

Makanan Sehat Untuk si Kecil


Bunda, masa pertumbuhan anak adalah masa yang tepat untuk memaksimalkan kemampuan otak si kecil. Untuk mendukungnya, berikanlah nutrisi sehat yang bisa menjadi makanan otak buat si kecil.

Berikut adalah beberapa jenis makanan yang bagus untuk otak si kecil :

1. Produk susu
Susu dan produk susu lainnya merupakan sumber yang kaya protein, kalsium, kalium dan vitamin D. Semua nutrisi penting ini adalah sumber kunci untuk pengembangan sistem neuromuskuler, neurotransmiter, enzim dan jaringan otak. Anak-anak dan orang dalam kelompok usia remaja yang sedang dalam tahap tumbuh juga membutuhkan nutrisi ini.

2. Semua jenis buah berry
Stroberi, ceri, blueberry dan blackberry dikenal sebagai ‘brainberries’ karena buah-buah ini menyediakan hampir semua nutrisi penting untuk otak. Buah berri merupakan sumber antioksidan dan vitamin C yang membantu dalam mengurangi stres oksidatif.

3. Telur dan kacang
Kolin, salah satu unsur penting lain untuk perkembangan sel-sel batang memori yang dapat ditemukan dalam telur dan kacang. Kolin dapat meningkatkan produksi sel induk memori di otak, juga meminimalkan kelelahan. Selain itu, kacang-kacangan dan biji-bijian merupakan sumber vitamin D, yang mampu mengurangi penurunan fungsi kognitif.

4. Gandum utuh
Vitamin B dan glukosa yang ditemukan dalam biji-bijian seperti oat meal dan beras merah, sehingga membuatnya menjadi makanan otak yang sehat untuk anak. Tubuh membutuhkan pasokan reguler dari glukosa yang disediakan oleh biji-bijian. Vitamin B meningkatkan aliran darah sistem saraf yang merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga semua organ tubuh untuk aktif, termasuk otak.

5. Salmon
Ikan dengan tingkat lemak tinggi seperti salmon merupakan sumber yang kaya asam lemak omega-3 seperti DHA dan EPA. Ini adalah nutrisi penting untuk pengembangan otak yang tepat. Penelitian membuktikan bahwa orang yang mengonsumsi ikan memiliki memori lebih tajam daripada yang tidak.


( sumber : Kampung berita )




Jumat, 14 Desember 2012

Tanda-tanda Bayi Tumbuh Gigi


Bunda, setiap bayi akan memiliki masa pertumbuhan gigi yang berbeda-beda, namun biasanya awal di mulainya pertumbuhan bayi saat usia antara 4 bulan hingga 6 bulan, namun kadang pula ada yang lebih dari itu bahkan kurang. Dan setiap orang tua tidak bisa memprediksi secara tepat kapan gigi mulai muncul pada buah hatinya.

Jenis dan juga tingkat dari tanda-tanda akan tumbuhnya gigi tersebut cukup beragam pada bayi satu ke bayi yang lain. Bagi sebagian bayi, pertumbuhan gigi dapat diartikan sebagai suatu masa ketidaknyamanan yang teramat dan juga suatu waktu dimana ia akan banyak menangis karena pertumbuhan tersebut. Sedangkan bayi yang lain mungkin saja melewati masa pertumbuhan gigi dengan cukup cepat, bahkan tanpa adanya terlalu banyak keluhan. 

Berikut adalah 12 tanda atau gejalan akan dimulainya pertumbuhan gigi pada bayi. Namun tanda-tanda ini bukan berarti semua bayi akan mengalaminya. Seperti disebutkan di atas, kadang ada bayi yang mengalami beberapa tanda di bawah ini, ada yang sebagian kecil atau bahkan tidak mengalami tanda-tanda sama sekali

12 Tanda Pertumbuhan Gigi pada Bayi
  • Pengeluaran air liur. Perlu diketahui bahwa pertumbuhan gigi merangsang pengeluaran air liur dan peristiwa ini pada umumnya terjadi pada bayi usia 10 minggu hingga 3 atau 4 bulan.
  • Ruam pada dagu atau wajah.  Jika bayi anda sedang dalam masa pertumbuhan gigi dan dia mengeluarkan sangat banyak air liur, kemungkinan akan mengalami ruam kulit yang kering yang muncul di sekitar area mulut, dan juga dagu (kadang juga muncul di area leher) bisa saja terjadi. Penyebabnya dalah kontak langsung dengan air liur itu sendiri. Mengusap air liur si bayi dengan sapu tangan atau sejenisnya bisa membantu mengurangi kemungkinan timbulnya ruam. Menggunakan krim kulit khusus untuk bayi juga bisa dilakukan.
  • Batuk. Banyaknya air liur juga bisa membuat bayi menjadi tersedak dan batuk. Jika tidak disertai dengan tanda-tanda flu, pilek ataupun alergi, tentu tanda yang satu ini tidak perlu dikhawatirkan.
  • Bayi Sering Menggigit. Tekanan yang ditimbulkan oleh gigi yang akan keluar melalui gusi biasanya menyebabkan bayi merasa tidak nyaman. Ketidaknyamanan tersebut pada akhirnya dilampiaskan melalui gigitan, kepada apapun itu mulai dari mainan yang memang didesain untuk bayi yang giginya sedang tumbuh hingga puting susu (jika bayi masih menyusui) dan juga jari.
  • Rasa sakit. Peradangan yang terjadi pada jaringan lunak pada gusi bisa menyebabkan rasa sakit yang teramat sangat pada beberapa bayi walaupun kadang sama sekali tidak berpengaruh pada bayi yang lain. Gigi-gigi pertama biasanya adalah yang paling menyakitkan saat tumbuh (termasuk juga gigi geraham yang diketahui sebagai yang paling menyakitkan). Walaupun begitu, beberapa bayi pada akhirnya merasa biasa dengan rasa sakit yang timbul saat pertumbuhan gigi sehingga mereka tidak lagi menghiraukannya.
  • Rewel. Mulut bayi anda akan terasa sakit saat gigi kecilnya menekan area gusi yang segera timbul keluar. Karena hal ini, sangatlah wajar jika peristiwa ini membuat bayi menjadi tidak tenang. Beberapa bayi mungkin hanya akan rewel selama beberapa jam saja, akan tetapi, beberapa bayi yang lain mungkin akan terus rewel untuk beberapa hari atau bahkan minggu. 
  • Menolak untuk makan. Karena merasa tidak nyaman, bayi yang sedang rewel bisa saja ditenangkan dengan memberikan botol bayi atau Air Susu Ibu. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa menyusui bisa saja membuat gusi yang terasa sakit serasa semakin buruk saja. Karena alasan itulah bayi yang giginya sedang tumbuh menjadi rewel (baik karena mereka merasa sangat tidak nyaman ataupun juga merasa lapar). Bayi yang sudah bisa mengkonsumsi makanan padat juga biasanya menolak untuk makan selama masa pertumbuhan ini (walaupun begitu, hal ini perlu dicek kembali kepada dokter anak untuk memastikan bahwa bayi anda tidak menghindari beberapa jenis makanan).
  • Diare. Para ahli sebenarnya sudah menentukan beberapa pokok masalah yang umum muncul saat masa pertumbuhan gigi, akan tetapi, beberapa orang tua mendapatkan fakta bahwa bayi mereka
  • Demam rendah. Sepertinya para dokter enggan menghubungkan pertumbuhan gigi dengan demam, karena mungkin saja hal ini terjadi di waktu yang sama saat gigi pertama muncul yang bersamaan dengan rendahnya tingkat imunitas bayi yang menyebabkan mereka rentan terkena infeksi dan juga ganguan kesehatan. Walaupun begitu, sama halnya dengan jenis peradangan yang mungkin terjadi di bagian tubuh yang lain, gusi yang sedang meradang kadang juga bisa menyebabkan demam rendah. Demam semacam ini bisa ditangani dengan perawatan yang sama dengan demam rendah yang lain dan juga konsultasi dokter jika demam berlangsung hingga 3 hari.
  • Lemah. Pertumbuhan gigi tidak hanya bekerja pada siang hari saja. Bersamaan dengan munculnya gigi bayi anda, rasa tidak nyaman juga akan dialaminya pada saat malam hari tiba (bahkan saat dia berhasil tidur nyenyak di malam sebelumnya). Untuk memberinya kenyamanan, pastikan dia bisa kembali tenang. Jika ternyata tidak bisa, anda bisa membantunya dengan menepuknya atau menyanyikan lagi nina bobo untuk menghidari pemberian susu di malam hari (yang akan menjadi masalah bagi anda kelak saat proses pertumbuhan gigi selesai).
  • Hematoma gusi. Pertumbuhan gigi juga mungkin mnyebabkan pendarahan dibawah gusi yang Nampak seperti gumpalan kemerahan. Kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan karena bisa sembuh dengan segera dengan bantuan kompres dingin.
  • Tarikan telinga; gosokan pipi. Bayi yang tumbuh giginya bisa dengan kesal menarik telinga mereka atau pipi ataupun dagu mereka. Gusi, telinga dan juga pipi berbagi jaringan yang sama oleh karena itu, rasa sakit pada gusi (terutama karena tumbuhnya gigi geraham) bisa saja menjalar ke area lain. Jika hal ini terjadi, anda harus berkonsultasi dengan dokter anak jika anda merasa bahwa bayi anda terganggu tidak hanya karena pertumbuhan gigi yang dialaminya.


Sumber : Bidanku.com

 

Rabu, 07 November 2012

Mencegah & Mengatasi Biang Keringat pada Balita


Bunda, pasti sang buah hati pernah mengalami biang keringat terutama saat cuaca panas. Ini memang bukan penyakit berbahaya dan bukan pula penyakit yang susah diobati, Tetapi bila mengalaminya akan cukup tersiksa apalagi bayi.

Biang keringat biasanya disebabkan oleh tersumbatnya pori-pori sehingga keringat tidak bisa keluar dengan bebas. Ini diperparah jika keadaan udara panas dan lembab, maka keringat akan semakin banyak keluar. Bayi biang keringat biasanya rewel karena badannya gatal-gatal sedangkan mereka belum bisa harus bagaimana. Kulit pada bayi biang keringat tampak berbintik-bintik putih dan merah serta terasa gatal, terutama saat udara panas.

Bagian yang terkena biang keringat tidak hanya kulit wajah saja, tetapi juga leher, punggung, dada, tangan, dan kepala. Sehingga tidak heran jika buah hati kita rewel saat biang keringatnya kambuh. Ada beberapa cara mengatasi biang keringat baik sebelum terkena ataupun ketika sudah terkena.

Cara Mencegah Biang Keringat :

1. Jagalah kebersihan badan, pakaian, dan lingkungan sekitar bayi Anda. Mandikanlah bayi Anda dengan rutin 2 kali dalam sehari. Jika udara panas dan lembab yang membuat buah hati banyak berkeringat, sering-seringlah mengelap badannya supaya badannya tidak basah dengan keringat yang bisa menyebabkan bayi biang keringat.

2. Berilah bayi pakaian yang tidak terlalu tebal, longgar, dan mudah menyerap keringat misalnya dengan pakaian dari bahan katun. Jangan memberinya pakaian yang ketat atau terlalu rapat. Berilah kelonggaran pada bayi Anda dan usahakan udara bisa bebas melewati antara sela-sela baju.

3. Gantilah baju bayi Anda dengan rutin atau jika telah kotor dan basah dengan keringat. Cucilah baju bayi Anda hingga bersih dan seterikalah supaya rapi dan kuman-kumannya hilang.

4. Buatlah sirkulasi udara yang baik di rumah Anda atau kamar bayi supaya udara dalam kamar tidak panas dan juga tidak lembab.

Cara Mengobati Biang Keringat :

1. Jika bayi biang keringat, berilah obat gatal untuk mengurangi rasa gatalnya. Pilihlah obat gatal yang aman untuk bayi dan ini bisa ditanyakan kepada dokter atau apoteker.
Obat gatal ini bisa berupa bedak tabur ataupun bedak cair yang biasanya mengandung salisil.

2. Jika menginginkan obat gatal yang alami, Anda bisa membuatnya sendiri. Ada beberapa resep mengatasi biang keringat, yaitu dengan memberi kulit bayi yang gatal dengan tepung tapioka yang dicampur air. Tapioka bersifat dingin sehingga diyakini dapat mendinginkan kulit.
Resep lainnya adalah dengan melumatkan timun kemudian dicampur dengan tepung beras, lalu dioleskan ke bagian yang gatal.

Semoga bermanfaat ya Bunda :)



( sumber : dokterbayi.com )


Minggu, 14 Oktober 2012

Membersihkan Noda pada Pakaian


Bunda pasti pernah mengalami mencuci baju yang terkena noda tinta, lipstik atau lainnya. Susah sekali hilangnya ya bun..
Dibawah ini ada beberapa tips untuk menghilangkan noda pada pakaian, semoga bermanfaat ya bunda :)

Noda Lipstick   
Bunda dapat menggunakan mentega. Caranya basahi kain bersih kemudian olesi sedikit mentega. Sapukan pada bagian yang ternoda. Lalu cuci seperti biasa.
Bunda juga dapat menggunakan cairan penghilang noda, ammonia, hairspray ataupun make-up remover.


Noda Foundation.
Bila saat berdandan tanpa sengaja baju terkena fondation atau alas bedak, jangan khawatir Bun untuk mengatasi noda foundation pada baju , bubuhi tissue dengan make-up remover kemudian tepuk-tepukkan pada area yang terkena noda. Lalu cuci dengan tangan. Tak perlu disikat.

Noda Cat Rambut
Bagi Bunda yang gemar  mewarnai cat rambut, kadangkala kecelakaan kecil terjadi. Baju ternoda oleh cat rambut. Bila itu terjadi rendam baju yg terkena noda ke dalam air panas yang telah dicampur dengan 5% sodium dithiorite (biasa digunakan sebagai reducing Agent yang kuat dalam beberapa formula bleaching). Setelah itu cuci seperti biasa. Bila nodanya terkena kulit, bubuhkan sedikit abu rokok pada sehelai kain yang sudah dibasahi. Kemudian gosokkan pada kulit yang terkena noda cat rambut.

Terbakar Rokok
Bila tanpa sengaja baju anda terkena percik rokok coba tips ini: rendam secarik kain dalam air beroksigen, kemudian letakkan pada tempat yang terkena abu panas tadi. Kemudian cucilah dengan cairan pemutih dan air hangat.

Noda Tinta
Ada beberapa cara yang dapat menolong Bunda untuk  menghilangkan noda tinta pada baju:
- Rendam bagian yang terkena noda dalam cairan susu.
- Air jeruk lemon yang telah ditambahkan garam juga dapat menghilangkan noda tinta.
- Untuk baju putih, Bunda dapat menggunakan alkohol. Untuk baju berwarna, gunakan air yang dicampur dengan cuka beralkohol.
- Semprotkan hairspray pada area yang ternoda kemudian lap dengan kain. Ulangi sampai noda benar-benar hilang.

Noda Tinta Printer 
Rendam pakaian yang ternoda ke dalam air hangat yang dicampuri cuka. Biarkan sesaat kemudian kucek dan cuci seperti biasa.

Noda cat
-Ambil spons bersih, celupkan ke terpentin. Gosokkan spons ke noda cat sambil dikucek-kucek. Kemudian cuci seperti biasa.
-Atau ambil sebutir telur, pecahkan. Oleskan putih telur ke noda cat. Gosok kain/pakaian yang ada nodanya berulang-ulang dan rendam semalaman. Kemudian bilas dan cuci seperti biasa.

Noda darah
-Bersihkan noda darah dengan air garam. Setelah noda hilang, bilas kain/pakaian dengan air hangat. Terakhir cuci seperti biasa.
-Bila kain/pakaian yang bernoda perlu di-dry clean, sebelum diserahkan ke laundry, olesi noda dengan sagu yang diberi sedikit air. Setelah kering, bersihkan dengan sikat lembut. Noda pun akan memudar. Segera setelah itu bawa kain/pakaian tadi ke laundry untuk di-dry clean.

Noda cokelat
Bila kain/pakaian terkena noda cokelat dan sudah dicuci nodanya tidak mau hilang, coba cuci dengan air hangat dan obat penghilang noda. Kalau tidak mau hilang juga, buat campuran gliserin dan kuning telur. Oleskan larutan ini ke noda dan diamkan selama beberapa saat. Setelah itu, cuci kain/pakaian dengan air hangat.

Noda getah
-Olesi mentega pada noda lalu diamkan sebentar. Kemudian, cuci pakaian/kain dengan sabun, sambil daerah yang ternoda dikucek-kucek.
-Kalau baru kena getah, segera kucurkan air panas ke kain/pakaian yang terkena noda. Kalau tidak mau hilang jua, ambil sagu yang diberi sedikit air. Oleskan larutan sagu ke bagian yang terkena getah itu. Setelah kering, bersihkan dengan sikat lembut.

Noda karat
-Masaklah air di ketel, lalu kain/pakaian yang terkena noda karat dijerang ke uap panas ketel sambil diberi perasan air jeruk nipis/lemon. Kucek beberapa saat. Setelah itu, cuci seperti biasa.
-Atau tetesi bagaian yang berkarat dengan cuka dan garam. Gosok sampai bersih. Setelah itu, cuci kain/pakaian dengan sabun. Ulangi cara ini sampai noda karatnya hilang.
-Cara lain, teteskan air jeruk nipis/lemon pada bagian kain/pakaian yang kena noda karat. Sementara itu ambil kain bersih dan celupkan ke air. Taruh kain di atas noda. Setelah itu, setrika kain/pakaian yang ditutup kain bersih. Ulangi beberap akali, maka noda karat pun akan hilang.

Noda lem
Bila suatu ketika kain/pakaian terkena lem, jangan bingung. Kalau lemnya tembus pandang, olesi aseton pada noda. Tapi, kalau lemnya bergetah, noda lem dilap dulu dengan lap basah bersih, kalau sudah kering baru gunakan aseton.

Noda lilin
Bila pakaian atau taplak meja Anda ketumpahan lelehan lilin, keroklah dengan benda tumpul. Setelah tinggal sisa-sisanya, ambil kertas yang menyerap minyak. Taruh kertas itu di atas noda lilin lalu setrika dengan setrika panas sampai lilinnya mencair dan menyerap ke kertas tersebut.

Noda lipstik
Kucek noda lipstik dengan bensin. Tapi, jangan lakukan ini pada pakaian/kain halus. Atau coba dahulu di bagian yang tak tampak.

Noda lumpur
Bila suatu hari si kecil pulang dengan pakaian penuh lumpur, jangan panik ya Bunda. Biarkan lumpur mengering, baru setelah itu lumpurnya disikat. Kalau masih ada sisa noda, gosok dengan air rebusan kentang. Terakhir cuci biasa.

Noda make up
Pakaian warna gelap yang terkena noda make up dapat dihilangkan dengan menggosokkan potongan roti.

Noda minyak
-Bila pakaian atau taplak terkena noda minyak, segera taburi tapung atau bedak talek. Diamkan selama 10 – 20 menit. Bersihkan. Kalau nodanya belum hilang juga, ulangi kembali sampai nodanya hilang. Kalau tak mau hilang juga, gosok noda dengan thinner. Hati-hati jangan lakukan hal ini dekat api.
-Cara lain, cuci kain/pakaian dengan air sabun hangat, tapi jangan panas. Bila yang terkena minyak kain/pakaian yang terbuat dari nilon, segera taburkan bedak talek pada noda tersebut.
-Atau ambil kertas minyak untuk muka, taruh di noda. Kemudian noda disetrika. Setelah selesai, taburi dengan bedak talek.

Noda oli
-Ambil secolek mentega lalu oleskan pada noda. Diamkan kira-kira 15 – 30 menit, lalu cuci kain/pakaian seperti biasa.

Semoga bermanfaat & selamat mencoba ya Bunda.. :)


( sumber tipsrumah.com & intisari online )